Kamis, 03 Januari 2013

Organisasi Nirlaba




BAB I
PEMBAHASAN

A.    Definisi Organisasi Nirlaba
Organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal didalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter). Organisasi nirlaba meliputi gereja, sekolah negeri, derma publik, rumah sakit dan klinik publik, organisasi politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan, organisasi jasa sukarelawan, serikat buruh, asosiasi profesional, institut riset, museum, dan beberapa para petugas pemerintah.

B.     Perbedaan Organisasi Nirlaba Dengan Organisasi Laba
Banyak hal yang membedakan antara organisasi nirlaba dengan organisasi lainnya (laba). Dalam hal kepemilikan, tidak jelas siapa sesungguhnya ’pemilik’ organisasi nirlaba, apakah anggota, klien, atau donatur. Pada organisasi laba, pemilik jelas memperoleh untung dari hasil usaha organisasinya. Dalam hal donatur, organisasi nirlaba membutuhkannya sebagai sumber pendanaan. Berbeda dengan organisasi laba yang telah memiliki sumber pendanaan yang jelas, yakni dari keuntungan usahanya. Dalam hal penyebaran tanggung jawab, pada organisasi laba telah jelas siapa yang menjadi Dewan Komisaris, yang kemudian memilih seorang Direktur Pelaksana. Sedangkan pada organisasi nirlaba, hal ini tidak mudah dilakukan. Anggota Dewan Komisaris bukanlah ’pemilik’ organisasi.

C.    Ciri-Ciri Organisasi Nirlaba
Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapakan pembayaran kembali atas manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan.
Menghasilkan barang dan/ atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba, dan kalau suatu entitas menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak pernah dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas tersebut.
Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis, dalam arti bahwa kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan, atau ditebus kembali, atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas pada saat likuiditas atau pembubaran entitas.

D.    Dimensi Organisasi
DIMENSI ORGANISASI
Carl J. bellone : Disiplin Administrasi publik diramalkan berada dalam kajian mengenai organisasi-organisasi. Teori organisasi – hipotesa mengenai perilaku manusia mulai dari bentuk suku-suku sampai dengan pemerintahan yang komplek-dan teori administrasi-hipotesa tentang perilaku manusia dalam kelompok kerja-adalah banyak dijadikan dasar dalam teori administrasi publik
APA ITU ORGANISASI ?

  • ·         KARAKTERISTIK ORGANISASI
  • ·         PARADIGMA ORGANISASI
  • ·         MASALAH-MASALAH POKOK ORGANISASI DAN BAGAIMANA ORGANISASI DIMASA YANG AKAN DATANG

Pendapat Victor A. Thompson : ” Organisasi adalah suatu integrasi dari sejumlah spesialis-spesialis yang bekerjasama sangat rasional dan impersonal untuk mencapai tujuan spesifik yang telah diumumkan sebelumnya “
Pendapat Chester Barnard : “ Suatu Organisasi suatu sistem dari aktivita-aktivita orang yang dikordinasikan secara sadar atau kekuatan-kekuatan yang terdiri dari 2 orang atau lebih. kualitas, pelibatan, pemberdayaan, pembelajaran, imbalan

1.       Karakteristik Organisasi :
·                      Sistem interaksi dalam organisasi
·                     Max Weber :
·                     Organisasi Merupakan tata hubungan sosial
·                     Organisasi mempunyai batasan-batasan tertentu
·                     Organisasi kumpulan tata aturan
·                     Organisasi merupakan kerangka hubungan berstruktur dimana ada wewenang,
tanggung jawab, dan pembagian kerja

Orang-orang didalam organisasi
2.       Chester I Barnard :
·                  ü  Kumpulan orang-orang untuk melasanakan kegiatan bersasaran
·                  ü  Kegiatan yang dicapai lewat kesadaran,kesengajaan, dan kordinasi
·                  ü  Organisasi  hasrat sebagian anggotanya untuk mengambilàmemerlukan komunikasi
bagian dalam pencapaian tujuan bersama anggota-anggotanya lainnya.
·                  Karakteristik dengan melihat organisasi sebagai pola institusi dengan sistem atau
aturan-aturan kantor Theodore Caplow : Organisasi punya identitas, ada kelangsungan,
adwal kerja, dan otorita

3.        Tujuh karakteristik Blake dan Mouton :
·            ü  Organisasi punya tujuan
·            ü  Punya kerangka ( structure )
·            ü  Sumber keuangan
·            ü  Tata cara/ aturan
·            ü  Interaksi/hubungan kerja
·            ü  Pola kebudayaan
·            ü  Hasil-hasil yang ingin dicapai

Jadi organisasi dirumuskan tergantung perspektif/ konstek tertentu yang merumuskan
·         Ø  Kesimpulan Umum :

  •            Organisasi sebagai kolektifitas orang-orang yang bekerjasama secara sadar danbsengaja untuk mencapai tujuan tertentu, Kolektifitas itu berstruktur, berbatas, dan beridentitas yang dapat dibedakan dengan kolektifitas-kolektifitas yang lainnya à Organisasi dalam arti dinamis

  •                  Organisasi merupakan wadah yang berupa struktur/bagan organisasi, tempat berkumpulnya orang-orang yang melaksanakan tugas dalam mencapai tujuan organisasi Organisasi dalam arti statis

  •              Dengan demikian organisasi ini mempunyai 2 aspek : 1) struktur organisasi yang meliputi pengelompokan orang secara formal dan bagan organisasi, 2) Proses prilaku yang meliputi komunikasi, pembuatan keputusan, motivasi, kepemimipinan.

l.        Prestis ditentukan dari luar ( Burns & Stalker )
Iklim suatu organisasi merujuk pada berfungsinya organisasi secara keseluruhan dari sudut pandang para karyawan. Dengan demikian, iklim adalah suatu metafora yang menggambarkan agregat persepsi karyawan individual mengenai lingkungan organisasi mereka. Dimensi-dimensi tertentu dari iklim memberikan pengaruh khusus pada kemampuan organisasi untuk meningkatkan kinerja mereka. Dimensi-dimensi ini adalah :

a.       Kebijakan dan peraturan organisasi
Menurut Schatz (1995), kebijakan dan peraturan organisasi yang lebih mementingkan kenyamanan kerja dan kesejahteraan karyawan akan menyebabkan produktivitas meningkat sehingga karyawan lebih bersemangat dalam bekerja. Suatu iklim kerja yang kondusif tentu akan menimbulkan pengaruh positif yang sangat besar terhadap semangat dan hasil kerja.

b.      Tingkat efektivits komunikasI
Komunikasi sangat penting dalam semua kegiatan manajemen, terutama dalam organisasi. Komunikasi yang efektif dapat menciptakan iklim yang menekankan pada pentingnya pencapaian tujuan organisasi. Komunikasi yang efektif juga dapat membangun iklim keterbukaan dan saling percaya.

c.       Tingkat hubungan antara karyawan
Menurut Schatz (1995), tingkat hubungan yang baik antara pimpinan dengan para karyawannya dan antara sesame karyawan dapat meningkatkan kinerja karyawan perusahaan semaksimal mungkin. Apabila iklim kerja yang positif sudah berhasil diciptakan, maka hal-hal yang serba positif berikutnya akan menyusul dengan sendirinya.

d.      Tingkat partisipasi karyawan
Menurut Kossen (1986), manajer yang efektif akan menggunakan pendekatan partisipatif dalam merencanakan, mempengaruhi perubahan, atau memecahkan persoalan biasanya akan menemukan karyawan-karyawan yang berpengaruh dan menyampaikan kepada mereka sepenuhnya masalah-masalah, keperluan-keperluan, dan sasaran-sasaran organisasi. Kemudian manajer yang partisipatif akan menanyakan gagasan-gagasan kelompok tentang melaksanakan perubahan. Partisipasi oleh manajer sering menghilangkan rasa permusuhan dan perlawanan dan sebaliknya, menciptakan iklim sikap-sikap kerjasama yang cenderung meningkatkan pengaruh para manajer atas bawahan mereka.

E.     Konsep Dasar Pemikiran Akuntansi Organisasi Nirlaba

Di Amerika Serikat (AS), Financial Accounting Standard Board (FASB) telah menyusun tandar untuk laporan keuangan yang ditujukan bagi para pemilik entitas atau pemegang saham, kreditor dan pihak lain yang tidak secara aktif terlibat dalam manajemen entitas bersangkutan, namun mempunyai kepentingan. FASB juga berwenang untuk menyusun standar akuntansi bagi entitas nirlaba nonpemerintah, sementara US Government Accountingg Standard Board (GASB) menyusun standar akuntansi dan pelaporan keuangan untuk pemerintah pusat dan federal AS.

Di Indonesia, Departemen Keuangan RI membentuk Komite Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Organisasi penyusun standar untuk pemerintah itu dibangun terpisah dari FASB di AS atau Komite Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan Indonesia di Indonesia karena karateristik entitasnya berbeda. Entitas pemerintah tidak mempunyai pemegang saham atau semacamnya, memberikan pelayanan pada masyarakat tanpa mengharapkan laba, dan mampu memaksa pembayar pajak untuk mendukung keuangan pemerintah tanpa peduli bahwa imbalan bagi pembayar pajak tersebut memadai atau tidak memadai.

International Federation og Accountant (IFAC) membentuk IFAC Public Sector Committee (PSC) yang bertugas menyusun International Public Sector Accounting Standartd (IPSAS). Istilah Public Sector di sini berarti pemerintah nasional, pemerintah regional (misalnya Negara bagian, daerah otonom, provinsi, daerah istimewa), pemerintah local (misalnya kota mandiri), dan entitas pemerintah terkait (misalnya perusahaan Negara, komisi khusus). Dengan demikian PSC tidak menyusun standar akuntansi sector public nonpemerintah.

F.     Organisasi Nirlaba di Beberapa Negara

Indonesia
Di Indonesia, organisasi nirlaba telah berkembang cukup pesat, terutama di bidang keagamaan serta advokasi. Selain itu, dibidang pendidikan kini juga mulai berkembang, seperti yang dilakukan oleh Internews Indonesia, dimana mereka melakukan bimbingan bagi para jurnalis.

Amerika Serikat
Perkembangan organisasi nirlaba di Amerika Serikat telah sangat jauh lebih maju dibanding Indonesia, terutama dalam bidang keagamaan. Amandemen Pertama Amerika Serikat menjamin kebebasan beragama bagi masyarakatnya. Bagaimanapun, organisasi nirlaba relijius seperti gereja, tunduk kepada lebih sedikit sistem pelaporan pemerintah pusat dibanding dengan banyak organisasi lain. Dalam hal perpajakan, organisasi nirlaba relijius di Amerika Serikat juga dikecualikan dari beberapa pemeriksaan ataupun peraturan, yang membedakannya dengan organisasi non relijius.

Kanada
Di Kanada, organisasi nirlaba yang mengambil format derma biasanya harus dicatatkan di dalam Agen Pendapatan Kanada (Canada Revenue Agency).

Kerajaan Inggris
Di Inggris dan Wales, organisasi nirlaba yang mengambil format derma biasanya harus dicatatkan di dalam Komisi Pengawasan Derma. Di Skotlandia, Kantor Pengatur Derma Skotlandia juga melayani fungsi yang sama. Berbeda dengan organisasi nirlaba di Amerika Serikat, seperti serikat buruh, biasanya tunduk kepada peraturan yang terpisah, dan tidak begitu dihormati sebagaimana halnya derma dalam hal pengertian teknis.

BAB II
KESIMPULAN

Organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal didalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter). Organisasi nirlaba meliputi gereja, sekolah negeri, derma publik, rumah sakit dan klinik publik, organisasi politis, bantuan masyarakat dalam hal perundang-undangan, organisasi jasa sukarelawan, serikat buruh, asosiasi profesional, institut riset, museum, dan beberapa para petugas pemerintah.
Dimensi-dimensi Organisasi:

e.       Kebijakan dan peraturan organisasi
Menurut Schatz (1995), kebijakan dan peraturan organisasi yang lebih mementingkan kenyamanan kerja dan kesejahteraan karyawan akan menyebabkan produktivitas meningkat sehingga karyawan lebih bersemangat dalam bekerja. Suatu iklim kerja yang kondusif tentu akan menimbulkan pengaruh positif yang sangat besar terhadap semangat dan hasil kerja.

f.       Tingkat efektivits komunikasI
Komunikasi sangat penting dalam semua kegiatan manajemen, terutama dalam organisasi. Komunikasi yang efektif dapat menciptakan iklim yang menekankan pada pentingnya pencapaian tujuan organisasi. Komunikasi yang efektif juga dapat membangun iklim keterbukaan dan saling percaya.

g.      Tingkat hubungan antara karyawan
Menurut Schatz (1995), tingkat hubungan yang baik antara pimpinan dengan para karyawannya dan antara sesame karyawan dapat meningkatkan kinerja karyawan perusahaan semaksimal mungkin. Apabila iklim kerja yang positif sudah berhasil diciptakan, maka hal-hal yang serba positif berikutnya akan menyusul dengan sendirinya.

h.      Tingkat partisipasi karyawan
Menurut Kossen (1986), manajer yang efektif akan menggunakan pendekatan partisipatif dalam merencanakan, mempengaruhi perubahan, atau memecahkan persoalan biasanya akan menemukan karyawan-karyawan yang berpengaruh dan menyampaikan kepada mereka sepenuhnya masalah-masalah, keperluan-keperluan, dan sasaran-sasaran organisasi. Kemudian manajer yang partisipatif akan menanyakan gagasan-gagasan kelompok tentang melaksanakan perubahan.

Dimensi-dimensi Organisasi:

Dimensi Struktural: menggambarkan karakteristik internal organisasi
Formalisasi: tingkat penggunaan dokumen tertulis dalam organisasi yang sebenarnya menggambarkan corak dari perilaku dan kegiatan organisasi
Spesialisasi: derajat pembagian kerja/tugas dalam organisasi
Standardisasi: derajat kesamaan cara (prosedur) dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan organisasi
Profesionalisme: tingkat pendidikan formal maupun tidak formal yang secara rata-rata dimiliki oleh anggota organisasi
Konfigurasi: bentuk pembagian anggota organisasi pada bagian-bagian baik secara vertikal maupun secara horizontal
Dimensi Kontekstual: karakteristik keseluruhan organisasi dalam lingkungannya
Ukuran Organisasi: besarnya organisasi, seringkali dinyatakan dengan jumlah anggota organisasi
Teknologi Organisasi: jenis dari tingkatan teknologi yang digunakan pada sistem produksi suatu organisasi
Lingkungan: keadaan semua elemen lingkungan yang terdapat di luar batas-batas organisasi terutama yang berpengaruh kuat terhadap organisasi.


BAB III
DAFTAR PUSTAKA

  • http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-akuntansi-organisasi-nirlaba.html
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_nirlaba\
  • http://www.slideshare.net/iwanpalembang/dimensi-organisasi
  • http://vinspirations.blogspot.com/search/label/MANAJEMEN
  • People, New York : Mc Graw Hill Inc.
  • . Manz, Charles C and Henry P Sims Jr., 2001. The New Superleadership: Leading Others to Lead
  • Themselves, San Francisco : Berret-Koehler Publisher, Inc.
  • Osborne, David dan Peter Plastrik, 2000., Memangkas Birokrasi : Lima Strategi Munju
  • Pemerintahan Wirausaha (a.b. : Abdul Rosyid), Jakarta : Penerbit PPM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar